Sabtu, 28 Januari 2012
HTT Usir Satpol PP
Do you like this story?
Kejadian ini sempat membuat masyarakat setempat mengerubungi lokasi kejadian. Bahkan untuk antisipasi keselamatan warga yang melintas di Jalan Kelentang, sejumlah personil kepolisian terpaksa memblokir jalan di kawasan Batang Arau menuju Kelenteng. Tidak ada yang mengalami luka-luka terkait insiden ini.
Agar tidak kecolongan, sejumlah anggota HTT Padang hingga tadi malam ditugaskan untuk berjaga-jaga di sekitar gerbang HTT. Mereka khawatir anggota Satpol PP datang tiba-tiba pada malam hari, lalu dengan leluasa membongkar gerbang HTT. Salah seorang pengurus HTT Padang Albert Hendra Lukman mengungkapkan, cara yang dilakukan Satpol PP itu tidak bisa dibenarkan, karena tidak melalui prosedur sesuai protap yang berlaku di Satpol PP.
“Jika ingin membongkar suatu bangunan, seharusnya Satpol PP memberikan surat peringatan atau surat pemberitahuan pembongkaran. Tapi kali ini mereka datang dan langsung ingin membongkar gerbang HTT. Melihat hal itu, tentu saja anggota HTT mengamuk, karena gerbang HTT merupakan harga diri kami,” ujar Albert geram.
Albert menjelaskan, Ia telah berbicara dengan Ketua Satpol PP Padang dan mendapat jawaban, bahwa pembongkaran itu atas perintah Walikota Padang Fauzi Bahar. Ketika berbicara dengan walikota, Albert mendapat jawaban, bahwa gerbang HTT bisa mengganggu acara Imlek yang sedang diadakan di gedung Himpunan Bersatu Teguh (HBT), yang masih berada di Jalan Kelenteng Padang.
“Jawaban walikota terlalu mengada-ada. Masa gerbang HTT bisa mengganggu acara Imlek HBT. Lihat saja, gerbang HTT berada di sekitar gedung HTT dan berjarak sekitar 50 meter dari gedung HBT. Dimana letak menganggunya. Kami saja dari HTT diundang HBT, dan HTT juga memberikan ucapan selamat melalui papan bunga,” tegas Albert.
Albert menilai, pernyataan walikota Padang merupakan bentuk adu domba antar sesama warga Tionghoa di kawasan Pondok. Menurutnya, jika HTT dan HBT dinilai pecah kongsi atau tidak kompak, seharusnya walikota sebagai pemimpin Kota Padang memanggil keduabelah pihak, lalu berdialog untuk menemui titik permasalahan. Tapi Albert mengaku, cara itu tidak pernah dilakukan oleh sang penguasa Kota Padang.
Albert mengklaim, antara HTT dengan HBT tidak memiliki perseteruan yang berarti, dan jika pemerintah menilai ada perseteruan antara HBT dan HTT, maka HTT juga siap untuk berdialog dan dimediasi oleh pemerintah.
“Jika kebijakan pemerintah terus menyudutkan HTT, saya akan mengadukan walikota ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Kebijakan itu bukan hanya dari walikota saja, tapi dari anggota legislatif juga ada,” tambah Albert.
Sementara itu, Walikota Padang Fauzi Bahar yang hadir di acara HBT Padang mengatakan, gerbang HTT dibangun di sekitar jalan umum dan bisa memicu kecemburuan sosial antar warga Tionghoa di kawasan Pondok.
“Dengan adanya gerbang yang bertuliskan HTT itu, bisa saja orang mengganggap bahwa kawasan itu milik HTT. Padahal kawasan itu untuk umum dan bukan hanya untuk anggota HTT saja. Jangan sampai terjadi salahpaham gara-gara gerbang tersebut,” jelas Fauzi Bahar. demikian haluan melaporkan.(h/wan)

This post was written by: Franklin Manuel
Franklin Manuel is a professional blogger, web designer and front end web developer. Follow him on Twitter
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 Responses to “HTT Usir Satpol PP”
Poskan Komentar